Hi, nice to meet you. We are PSS Duren.

From the left : Lilu Herlambang, Ratih Ardianti, Duta Adipati, and Gusmarian.

“Nongkrong” pada awalnya –sebagaimana nongkrong-nongkrong lainnya– kami lakukan untuk mengisi waktu senggang. Lama-lama, kami saling bertukar pengalaman dan pengetahuan. Lantas, lahirlah PSSDuren. Kami memilih nama PSS yang merupakan singkatan dari Persekongkolan Siswa Selow. PSS sendiri adalah sebuah singkatan yang lekat dengan sebuah klub sepakbola yang ada di Indonesia yaitu Persatuan Sepak Bola Sleman. Sementara Duren adalah nama beken dari Buah Durian yang turut menjelaskan di mana pada awalnya kami berjumpa dan memulai aktivitas secara bersama-sama, yaitu di Jalan Durian Raya No 30 A, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sejak kami bertemu di hari pertama hingga kini: tidaklah  mudah untuk menyatukan dan menemukan benang merah atas berbagai gagasan yang muncul dari setiap individu.

…”Kami bicara mulai dari topik tentang kopi sampai tentang masturbasi. Mulai dari keinginan membuat sebuah kedai, sampai ingin membuat platform diskusi”…

Namun satu kesamaan yang akhirnya PSSDuren dapat simpulkan—yaitu  kepercayaan kami atas pentingnya agensi / peran “agen” dalam merespon berbagai persoalan yang nyata ada di sekitar kita.

Kami juga menyadari bahwa terdapat elemen bermain dalam mengolah makna atas sebuah singkatan. Telah kami jelaskan bahwa PSS sesungguhnya adalah nama dari sebuah klub sepak bola di Indonesia dan nama dari kolektif kami terinspirasi darinya—maka di sini kami juga ingin coba mengangkat  tiga nilai penting yang ada di dalam sepak bola yaitu  1/ kerjasama, 2/ pentingnya strategi dan 3/ kesenangan dalam bermain bersama. 

Tiga hal tersebutlah yang kemudian menjadi metode dalam mengerjakan berbagai aktivitas kami di PSSDuren: baik secara kolektif maupun personal.

“Nongkrong” initially – the same with other hangouts – is something that we did to fill our free time. Over time, we ended up exchanging experiences and knowledge. Then, PSSDuren was born. We chose the name PSS, which stands for Persekongkolan Siswa Selow (Chill Student Conspiracy). PSS itself is an abbreviation which is closely related to a football club in Indonesia, the Sleman Football Association. While Duren is a well-known name from Buah Durian which also explains where we initially met and started activities together, namely on Jalan Durian Raya No 30 A, Jagakarsa, South Jakarta.

From the first day until now : it is not easy to unite and find a common thread on various ideas that arise from each individual.

… “We talked about everything from coffee to masturbation. Starting from the desire to make a coffee shop to creating a discussion platform “…

But one similarity that PSS Duren can finally conclude is our belief in the importance of agencies / roles of “agents” in responding to various real problems that are around us.

We also realize that there is an element of difference in processing the meaning of an abbreviation. We have explained that PSS is actually the name of a football club in Indonesia and the name of our collective is inspired by it – so here we also want to try to raise three important values in football namely 1 / cooperation, 2 / the importance of strategy and 3 / playfulness in working together.

These three things then become the method of doing our various activities at PSSDuren: both collectively and personally.